Kamis, 11 Desember 2014

[REVIEW] HOPELESS by COLLEEN HOOVER (Hopeless series #1)

Edit Posted by with 4 comments
Book Title : Hopeless
Writer / Author : Colleen Hoover
English Version

Sinopsis :
Sometimes discovering the truth can leave you more hopeless than believing the lies…

That’s what seventeen-year-old Sky realizes after she meets Dean Holder. A guy with a reputation that rivals her own and an uncanny ability to invoke feelings in her she’s never had before. He terrifies her and captivates her all in the span of just one encounter, and something about the way he makes her feel sparks buried memories from a past that she wishes could just stay buried.

Sky struggles to keep him at a distance knowing he’s nothing but trouble, but Holder insists on learning everything about her. After finally caving to his unwavering pursuit, Sky soon finds that Holder isn’t at all who he’s been claiming to be. When the secrets he’s been keeping are finally revealed, every single facet of Sky’s life will change forever.

Review :

Pertama membaca judulnya saja saya tidak tertarik. Hopeless. Yeah, kebiasaan buruk saya adalah men-judge segala sesuatunya dari luar. Yang membuat saya tertarik adalah rate tinggi di GR yang membuat saya penasaran. Terlebih Colleen Hoover adalah penulis dari Slammed. Meski saya belum membaca Slammed, tapi buku itu termaksud booming di Indonesia.

Back to topic. Membaca Hopeless yang notabene ber-genre Young Adult (Lagi suka sama genre seperti ini) mengingatkan saya pada Beautiful dan Walking Disaster’nya Jamie Mcgurie (Semoga saya tidak salah mengeja nama)

Di sini, untuk tokoh Dean Holder dibuat dark. Bukan bad boy seperti kebanyakan tokoh pemuda remaja lainnya yang terdapat dalam genre ini. Bisa dibilang di sini Dean pemuda baik-baik yang terlalu menyayangi saudara perempuan kembarnya kemudian terlibat masalah yang membuatnya dicap sebagai bajingan.

Hopeless ini sebenarnya cerita dari sudut pandang Sky. Jadi ketika pertama saya membaca, saya sedikit bingung di awal-awal. Maklum, karena ini masih belum terbit bahasa indonesianya, saya jadinya mendownload e-book versi englishnya. Dan bahasa inggris saya juga pas-pas’an. Wkakakak.
Sempat kesel sama karakter Sky ini. Benar-benar kebiasaan saya yang selalu iri pada setiap tokoh utama wanita. Jadi dibuku mana sih saya ga pernah ga kesel sama karakter tokoh wanitanya? Selalu malah. Saya lupa nama panjang Sky ini siapa. Karena namanya kepanjangan (Kaya nama saya ga panjang aja) Kekesalan saya itu karena Colleen menggambarkan tokoh Sky yang seperti kehilangan jati dirinya yang sebenarnya ketika dia bertemu dengan Dean Holder.

Di sini Sky merasa ia memiliki ketertarikan khusus dengan Dean, namun sifat Dean yang naik turun membuatnya heran dan menyangkal perasaannya. Saya juga maklum sih. Karena Sky digambarkan sebagai sosok remaja perempuan yang tidak mudah tertarik dengan pemuda remaja. Bahkan ia masih virgin. Tapi yang saya sukai adalah keterusterangan Sky pada Dean. Ketika ia merasa ia ingin merasakan ciuman Dean, ia mengatakannya dengan terus terang hingga membuat Dean sendiri terkejut.

Untuk karakter Dean sendiri saya menyukainya. Alasannya karena ia tipe pemuda yang tulus dan tidak memanfaatkan Sky. Bahkan Dean bisa menahan hasratnya pada Sky meski sebenarnya *yang saya yakini* ia sendiri memiliki hasrat yang meledak-ledak terhadap Sky. Sifat Dean yang naik turun membuat saya penasaran karena ia tipe pemuda yang tidak akan mengatakan pemikirannya.
Namun pada akhirnya saya mengerti mengapa Dean bersikap seperti itu. Rahasia yang tadinya berusaha ditutupi oleh Dean mulai terkuak ditengah-tengah.

Yang saya suka dari cerita ini adalah klimaks masalahnya. Sekalipun Sky berusaha menolak Dean karena ia tidak dapat menerima kenyataan, namun Dean tidak pernah meninggalkan Sky sedetikpun. Yeah, siapa coba yang tidak iri dengan romance scene seperti ini?

Masalah yang diangkat dalam buku ini memang menyangkut Dean tapi hanya sebagian kecil menurut saya tapi tentu berpengaruh besar untuk kehidupan kedua tokoh.

Bingung’kan? Saya juga bingung pada awalnya. Karena itu, saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca, karena ceritanya ringan dan mengalir begitu saja.

Nanti saya akan mereview buku ke-2nya yang berjudul Losing Hope dari sudut pandang Dean Holder. Oh, yang saya kagumi adalah pemberian judul buku ini. Saya pikir Hopeless yang berarti kehilangan harapan memang temanya, namun sebenarnya itu gabungan dari dua nama *tokoh penting* yaitu Hope dan Lesslie. Sedikit terpeleset karena menjudge buku ini dari judulnya. Tapi yang paling saya suka adalah pre-quel dari novel ini yang menceritakan sahabat Sky yang bernama Six, dan sahabat Dean sendiri yang saya lupa namanya *kebiasaan*.

Then, for this couple i give my star J

Rabu, 10 Desember 2014

[REVIEW] KNIGHT IN SHINING SUIT by JERILEE KAYE

Edit Posted by with No comments

Sinopsis :
Sometimes, getting over pain and betrayal means Getting Up, Getting Even and Getting a Better Man.
Astrid has planned out her perfect wedding. That is before she found out that her fiancé, Bryan, is cheating on her with her cousing-slash-best-friend-slash-maid-of-honor, Geena. And worse, Bryan got Geena pregnant.
Just when Astrid thought it couldn’t get any worse, she received a wedding invitation telling her that her wedding will happen exactly the way she planned it. Except that she is no longer going to be the bride!

So when her parents urged her to attend the wedding “as family”, she planned the perfect revenge. 
She will put on a show for everyone to see. She’ll show them that she moved on with a better man—handsome, smart, rich and crazy about her.
She’s even willing to pay a guy to be her “Knight in Shining Armani”.
Then she met bartender, Ryder. Totally smoking hot and quite a charmer. Astrid thought he was perfect for the job.
He pulled off the role quite well. Soon, her family thinks that Astrid was really with a smoking hot guy who wears Armani suits on a daily basis, drives a luxurious McLaren, and was totally in love with her.
Astrid invented the perfect guy every girl would kill to date, and every ex-boyfriend would hate to be compared with.
Or did she really just invent him?
What if she really did kiss a frog, or tamed a beast?
And that her quest for revenge was just the beginning of her happily ever after?

Review :

Fall In Love With This Book for The First Time I Read !!!

Astrid Jacobson sure really lucky have a someone like Ryder. Ok, G just calm your self. Pertama saya membaca ini sebenarnya karena banyak rekomendasi dari para teman-teman pecinta buku. Saking penasarannya saya akhirnya mencari reviewnya di Goodreads, dan melihat banyak respon positif tentunya membuat saya terkejut. Biasanya buku yang hanya sekedar bagus maksimal akan diberikan bintang 4 tapi ini sampai 5 bintang !!

Saking penasarannya akhirnya saya browsing mencari e-book atau apalah tentang buku ini. Tapi sama sekali tidak ketemu *guling-guling*. Endingnya saya menyerah untuk mencarinya.

Suatu ketika, seorang teman smp saya yang anak sastra inggris tiba-tiba saja memposting sebuah buku yang sangat familiar dan itu adalah buku ini, buku yang membuat saya sangat penasarang. Knight In Shining Suit by Jerilee Kaye.

And really really really really. Saya sungguh sungguh sangat tidak menyesal membaca buku ini !!! Seperti yang direview kebanyakan orang. Buku ini sungguh buku yang sangat perfect. Mengapa begitu?

Well, First, Jarilee Kaye know how the perfect man’s. And she created Ryder Van Woodsoon. *kalau saya tidak salah tulis nama*

Kenapa saya katakan perfect?

It’s Because.

Kaya.

Tampan.

Seksi.

Dan yang terutama, He love Astrid so much.



The second reason is plot. Pertama kali saya membaca saja sudah disuguhkan sebuah masalah yang dihadapi oleh Astrid. Bisa dibilang novel ini complicated. Tapi saya tidak bosan membacanya sedetikpun. Bahkan ketika buku ini berada di tangan saya pertama kali, saya begadang untuk membacanya. Fufufufu.

Ryder Van Woodsoon. Seorang pria idaman yang akan membuat pembaca bakal iri dengan Astrid. Coba saja lihat kalimat-kalimat yang saya kutip di bawah ini.


Sejak awal Ryder sudah jatuh hati pada Astrid, namun yang membuat saya salut adalah ia menyembunyikannya dengan begitu baik.


Sedikit kesal dengan karakter Astrid di sini. Dia sedikit terlalu keras kepala untuk menerima bahwa ia jatuh cinta pada Ryder dan membuat Ryder sengsara dengan sikap maju mundurnya. Dan hal itu membuat saya ingin berteriak. RYDER UNTUK SAYA SAJA, PLEASE ! *dibalang sandal*


Hiks. Dunia sungguh tak adil. Saya bahkan melting ketika Ryder menyatakan perasaannya pada Astrid.


Genre Young Adult ini menyuguhkan Romance yang menyakitkan untuk para jomblo apalagi untuk yang sudah memiliki pasangan. Saya bahkan berharap pasangan saya suatu saat nanti akan melamar saya seperti yang dilakukan oleh Ryder. Wakakakak.



Kekurangannya sebenarnya hanya satu, yaitu, kenapa kenapa kenapa namanya harus Astrid coba? Itu mengingatkan saya pada sahabat saya yang sangat absurd dan tidak bisa membayangkannya sebagai tokoh utama. Kekeke

For Astrid Jacobson and Ryder Van Woodsoon saya beri bintang :


Senin, 08 Desember 2014

[REVIEW] A GIRL WHO LOVES A GHOST by ALEXIA CHEN

Edit Posted by with No comments

Sinopsis :
“Kenyataan bahwa aku bukan lagi menjadi bagian dari dunia ini nyaris menghancurkanku. Jiwaku perlahan rusak oleh dendam dan amarah, hingga gadis itu muncul dan menemukanku.”
“Apa yang akan kau lakukan jika kau ternyata melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata? Seperti misalnya, sesosok hantu berparas tampan? Bagaimana reaksimu seandainya kau terlambat menyadari bahwa kau telah jatuh terlalu dalam untuk bisa menemukan jalan kembali? Manakah yang lebih bijaksana, mengarungi neraka demi sebuah akhir bahagia ataukah menyerah dengan melepaskan? Apa yang akan kau lakukan jika kau jadi aku?”
Review :
Dear Kak Alexia Chen,
I hate a sad ending, reaally. But you make a such beautiful story. I love the way you describe they. Aleeta Jones and Nakano Yuto, they’re really a perfect match. At least, i don’t have any regret for read it. It’s just ... i didn’t know how to tell a word. I just love it. Love the story.
Regards,
Dunia Dalam Imajinasi Gea
Ayee, entah berapa lama saya belum mereview dikarenakan kesibukan yang sebenarnya tidak terlalu sibuk namun jaringan inet yang minta dibanting dan dibuang ke laut membuat mood saya untuk mereview sering kali turun. Kemudian tiba-tiba saja saya mendapat tugas untuk membuat review ini. Sebenarnya buku ini saya dapat dari giveaway oleh BBI minggu lalu.
Pada awalnya saya tertarik dengan judulnya,  dengan iseng saya menulis nama saya di kolom komentar. Dan kemudian saya dimention bahwa saya mendapatkan buku ini. Touché. Benar-benar damn luck. Right? Saya bahkan hampir lupa bahwa saya mengikuti giveaway ini.
Sejujurnya saya membenci sebuah cerita dengan ending yang sedih. Saya sudah hidup dengan berbagai drama disekeliling saya yang terlalu didramatisasi.  Itu adalah salah satu alasan saya  membenci sad ending. Untuk membaca GWLG by kak Alexia Chen saja sebenarnya saya memaksakan diri. Tapi itu pada awalnya.
Kak Alexia benar-benar tahu bagaimana cara mendeskripsikan ceritanya. Setiap kata yang saya baca membuat saya tertarik ke dalam dunia yang Kak Alexia buat. Yup, alurnya mengalir begitu ringan, mudah dan menyenangkan. Bisa dibilang genre novel ini Young Adult ya. Bahkan saat pertama kali membaca saya tidak tahu bahwa penulisnya adalah orang Indonesia. Namun begitu membaca nama penulis dan tentang penulis di halaman belakang saya tentu saja terkejut. Ternyata masih ada penulis Indonesia yang sangat pintar bermain kata seperti ini.
Saya tipe orang yang sulit untuk menyukai novel indonesia. But Sist Alexia, you sure caught my heart. Dari awal membaca GWLG saya menyukai karakter kuat dari tokoh Aleeta Jones. Dan sangat menyukai ke-cool-an Nakano Yuto. My Dream Man. Cool outside but harm inside. Saya sungguh terhibur akan sifat kekanakan dan keberanian dari Aleeta, kemudian lama-lama saya terbawa jengkel oleh sifat Aleeta yang terlalu meremehkan nyawa. Dan ketika saya membaca sudut pandang Yuto yang menceritakan betapa ia mencintai Aleeta hingga tidak dapat meninggalkannya, membuat saya menangis. Ya, menangis ! Saya sulit untuk menangis ketika membaca novel indonesia. Sungguh GWLG sukses membuat perasaan saya campur aduk. Dari awal saya tertawa dan menangis diakhir. I hate sad ending, but i admit it, it’s really beautiful story. Life’s about hello and goodbye. Itulah mengapa saya membenci sad ending karena mengingatkan saya pada kenyataan bahwa suatu saat nanti saya harus mengucapkan selamat tinggal pada orang yang saya cintai.
Request untuk kak Alexia, please make an other beautiful story with happy ending and i will buy it. You’re became one of my fave author.

And for this beautiful story, i give this star ..


Sabtu, 04 Oktober 2014

[REVIEW] After The Night by Linda Howard

Edit Posted by with No comments

FAITH DEVLIN: A poor, outcast child in Prescott, Louisiana, she'd always adored the town's golden boy from afar. But he called her white trash that sultry Southern night when his rich, respected father disappeared, along with her pretty Mom. Now Faith wanted to hate Gray Rouillard...not to feel a powerful surge of desire. But she couldn't quench her passion, any more than she could hide the truth about the past she had waited so long to unravel. 

GRAY ROUILLARD: Even when he raised hell, he did it with style. Reckless, charming, and backed by Rouillard money, Gray controlled the town of Prescott -- and Devlin was a name he never wanted to hear again. But when he gazed at Faith Devlin, all he saw was a swirl of tangled sheets and her silken flesh beneath him. To care for her was impossible, unthinkable...because Gray Rouillard planned to use all his power to ruin her

REVIEW

Sebenernya udah lama banget selesai baca buku ini, tapi saya baru sempat membuat reviewnya sekarang. Seperti biasa, tante Linda membuat saya suki desu banget sama karyanya. Awalnya saya tidak tertarik membaca karena males membaca yang complicated. Tapi ketika reviewer dari teman-teman tentang karya tante Linda yang satu ini bener-bener bagus. Dan ternyata oh ternyata saya malah jatuh cinta dengan buku ini. 
Oke, sekarang saya tidak melupakan nama tokohnya karena nama tokohnya mengingatkan saya pada tokoh anime yang saya sukai. 
Faith Devlin, sang heroin di sini diceritakan adalah seorang anak dari keluarga yang bermasalah di kota itu (Nah, yang ini saya lupa nama kotanya #plaakkk) Bermasalah di sini bener-bener bermasalah. Ibunya seorang *uhuk* b*tchy, ayahnya seorang pemabuk. Faith memiliki 3 orang kakak dan seorang adik lelaki. 2 kakak lelakinya sama seperti ayahnya, seorang pemabuk. Sedangkan kakak perempuannya, benar-benar mirip ibunya yang seorang b*tchy. Di sini tante Linda benar-benar mampu membuat saya terenyuh dengan kondisi Faith. Ia dan adik lelakinya satu-satunya yang waras di sini. Meski adiknya menderita penyakit keterbelakangan mental. Faith adalah anak yang sangat sabar dalam merawat keluarganya terutama adik lelakinya. 
Di sini benar-benar membuat emosi saya terkuras. Terlebih ketika Faith kecil yang ketika itu berumur dua belas *sepertinya* jatuh cinta pada Gray Rouillard, main hero di sini. Gray di deskripsikan adalah lelaki yang terkenal, karena ayahnya memiliki pengaruh di kota itu. *ORKAY gitu lah* seperti novel tante Linda lainnya, Gray itu dikatakan sebagai pria yang digandrungi para wanita. Dan bukan rahasia umum, bahwa ia membenci keluarga Devlin. Kecuali Faith. Baginya, Faith itu berbeda dari kakak-kakaknya. Namun semua itu berubah ketika ayahnya meninggalkan keluarganya demi kabur bersama ibu Faith. Jadilah Faith di usir dari kotanya dengan cara yang menurut saya benar-benar tidak berperasaan.
Beberapa tahun kemudian, ketika Faith sukses, ia kembali ke kota itu membuka luka lama bagi keluarga Gray. Namun, Gray sendiri yang sebenarnya sudah jatuh cinta pada Faith semenjak dulu *menurut pandangan saya*malah tidak bisa menolak pesona Faith yang sudah berubah menjadi jauh lebih mempesona.

Untuk hubungan mereka selanjutnya silahkan baca sendiri ya. Karena bagi saya buku tante Linda ini sama sekali tidak mengecewakan. Karakter yang dibuat tante Linda di sini sangat memikat, penutup endingnya ketika segala sesuatunya terbongkar juga tidak mengecewakan. Meski ada hal sampingan yang kurang dijelaskan oleh tante Linda, namun menurut saya penting,tetap membuat saya memberikan bintang kesempurnaan pada buku ini. Adegan panasnya juga meembuat saya terbatuk-batuk :D Dan sialnya ketika saya selesai membuat review ini, keinginan untuk memiliki buku ini semakin kuat. Padahal .. *lirik dompet* #tewasseketika. 
-END-

Rabu, 03 September 2014

[REVIEW] MR. PERFECT by LINDA HOWARD

Edit Posted by with No comments

That's the deliciously racy topic that Jaine Bright and her three girlfriends are pondering one night at their favorite after-hours hot spot: Mr. Perfect. Would he be tall, dark, and handsome? Caring and warmhearted -- or will just muscular do? As their conversation hears up, they concoct a tongue-in-cheek checklist that becomes an overnight sensation, spreading like wildfire at work and sizzling along e-mail lines. But what began as a joke among friends turns deadly serious when one of the four women is murdered....Turning to her neighbor, an unpredictable police detective, for help, Jaine must unmask a killer to save her friends -- and herself. Now, knowing whom to trust and whom to love is a matter of survival -- as the dream of Mr. Perfect becomes a chilling nightmare.

REVIEW :

Mr. Perfect adalah salah satu karya Linda Howard yang amat saya sukai setelah Dream Mannya LH. dimata saya nilai buku ini mencapai kesempurnaan tentu saja. 
Seperti yang kebiasaan saya setelah membaca adalah melupakan nama tokohnya dan hanya mengingat jalan ceritnya *tepok jidat* inilah resiko ingatan pendek seperti saya.
Salah satu alasan saya menyukai Mr. Perfect adalah banyak humor yang diselipkan oleh LH di sini, dalam percakapan antara Jaine *yang saya ingat namanya karena membaca ulang* dan Sam Donovan. 
Karakter Jane adalah karakter yang saya sukai di sini. Dia tipe wanita karir yang mandiri, cerdas, dan berlidah tajam. Lucu membaca sifat Jane yang meledak-ledak terlebih ia sangat sensitif dengan tetangganya yang bernama Sam Donovan. 
Sam seringkali memancing kemarahan Jane yang menurut saya memang bertempramen rendah kurang lebih seperti saya*uhuk*) Mulai dari mobil Sam yang kerap kali mengganggu tidur Jane, lalu penampilan Sam yang seperti seorang pemabuk. Mungkin pandangan Jane berubah ketika Sam sudah mencukur wajahnya menjadi sosok yang berbeda, ditambah ia melihat Sam *tanpa sengaja* tanpa busana dari jendela dapurnya yang berhadapan langsung dengan jendela Sam. Saya sempat heran mengapa Jane tidak sampai mengeces. Saya saja yang membayangkan melihat lelaki seperti Sam tentunya akan berliur. Ups, maaf ini kebiasaan saya membaca buku seperti ini. Salah fokus. Namanya juga wanita yang memiliki tingkat kenormalan tinggi. Baiklah, tendang saja saya jika saya melantur lagi XD .
Keakraban Sam dan Jane terjadi ketika Jane terjebak dengan seorang psycho aneh. Bermula dari Jane yang dengan iseng membuat daftar PRIA SEMPURNA versi dirinya dan teman-temannya. Yang saya sedikit geli di sini adalah daftar Jane dan teman-temannya tentang ukuran pria yang kemudian menyebar dengan cepat dan memancing sang psycho di sini. *uhuk* *uhuk*
Baiklah saya akui bahwa ukuran pria itu berpengaruh, meski saya belum pernah mencobanya. hahahaha *tolong abaikan kalimat vulgar ini*
Kembali ke fokus, dari sini saya sedikit dibuat bingung oleh tante Linda. Saya bertanya-tanya apakah psycho itu adalah lelaki atau perempuan? karena tante Linda membuat clue yang sangat sedikit meskipun saya punya insting (belagu !) kalau pelakunya sebut saja dia mawar, tapikan dia wanita. Bagaimana mungkin coba dia bersikap seperti pria. 
Di ending barulah saya mengerti semuanya. Saya suka banget dengan sifat Sam yang protektif dan posesif namun lembut dan perhatian. Ia berusaha melindungi Jane yang sebenernya membuatnya jatuh cinta ketika pertama kali Jane berteriak padanya. Agak sedih juga ketika tante LH membuat beberapa tokoh penting di sini terbunuh. Tapi tetap saja, saya benar-benar jatuh cinta pada tulisan tante Linda ini. Adegan panasnya bisa dibilang membuat saya membutuhkan kipas. Benar-benar khas tante Linda :D

Senin, 01 September 2014

[REVIEW] Lauren Kate - FALLEN #1

Edit Posted by with No comments
FALLEN 
Lauren Kate
Synopsis
What if the person you were meant to be with could never be yours?

17-year-old Lucinda falls in love with a gorgeous, intelligent boy, Daniel, at her new school, the grim, foreboding Sword & Cross . . . only to find out that Daniel is a fallen angel, and that they have spent lifetimes finding and losing one another as good & evil forces plot to keep them apart. 

Get ready to fall . . 

REVIEW
Semenjak selesai sidang dan officially menyandang gelar A.Md (Meski Revisi belum kelar *hiks) Namun akhirnya bisa di bilang saya membaca buku meski harus pinjam dari persewaan buku dengan harga yang termaksud gila-gilaan. Meski bukan punya saya setidaknya saya bisa menyentuh, mengusap, dan mencium harum khas kertas novel-novel terjemahan yang saya cintai. *sedikit lebay tak apa kan? maklum otak sedikit bergeser akibat sindrom tugas akhir* 
Fallen ini buku ke-empat yang saya baca semenjak saya bertitle A.Md meski belum resmi. Untuk tiga lainnya nanti akan saya reviuw di waktu lain. mumpung ingetan tentang Fallen belum berubah. Maklum, saya tipe orang pelupa. Lupa tokoh, lupa judul, lupa pengarang tapi ingat jalan cerita *bunuh saja aisyaah di rawa-rawa baaang* :P itulah uniknya saya'kan.
Nah Fallen ini, gimana ngomongnya yaa.. aduh syusaaah. Ampuni hamba akan koment hamba berikut iniiii..oke Fallen ini BIASA AJAA TUUUUH !!! 
Nah lhoo, Tuhnya, U'nya aja ada banyaak. Karena emang biasa aja tuuuuh. dan cenderung membingungkan. Apa karena otak saya sudah bergeser sehingga membuat saya kurang mengerti novel ini ya? Padahal saya pinjam (baca : PINJEEM !!) karena banyak yang bilang bagus. Oke saya tahu, novel ini bikin saya penasaran banget. karena pengen tahu misteri apa sih yang ada di dalam novelnya ini. Meski bingung dan engga ngerti jalan cerita, tetap saya lanjutkan membaca hingga selesai. (Berikan tepuk tangan pada saya, please !) Dan endingnya tetap saja saya ga ngerti. Hal yang saya tanggkap setelah membaca novel ini adalah : "Oh, ternyata tuh cowok malaikat taaah dan si cewek gadis biasa ! Lalu orang ketiga tadi bukan manusia bukan malaikat terus siapa doong?" 
Dan pertanyaan itu terus bercokol di kepala saya, maka dari itu novel ini saya beri rating tiga atas kebaikan hati yang saya miliki dan kesukaan saya pada rajin menabung. Kemudiaan... 
To be continue ...(sampai saya menyelesaikan Torment #Falen2 yang entah sampai kapan selesainya karena Linda Howard sedang melambai pada saya)