Tampilkan postingan dengan label Contemporary Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contemporary Romance. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2016

[REVIEW] MAYA BANKS - ECHOES AT DAWN (KGI Series #5)

Edit Posted by with No comments

ECHOES AT DAWN
Penulis : Maya Banks
Seri : KGI #5
Bahasa : English
Character : Eduardo "Rio" Berzera, Grace Peterson

[SINOPSIS]
The Kelly Group International (KGI): A super-elite, top secret, family-run business.
Qualifications: High intelligence, rock-hard body, military background.
Mission: Hostage/kidnap victim recovery. Intelligence gathering. Handling jobs the U.S. government can’t…
 


They live by night.

Grace Peterson is desperate, in hiding, and on the run after escaping a shadowy group determined to exploit her extraordinary ability to heal others. Her only lifeline—an unerring telepathic ability she shares with her sister—has been severed, leaving her alone and vulnerable. And time is fast running out...

Enlisted to bring Grace home is Rio, relentless member of the KGI. He’s unprepared for his reaction to this wounded, damaged woman, and he’s fiercely determined to protect her from those who nearly destroyed her. In Rio, she finds a safe haven, and for the first time...hope. But the mission is far from over. The danger Grace has eluded is fast closing in. And now it’s pitching two lovers toward an unfamiliar horizon, with no place left to hide.
 

[REVIEW]
This time turn to Grace Peterson. Remember when i review Shea? She’s her sister. Grace Peterson kakak Shea yang memiliki kemampuan telepati jauh lebih baik dari pada Shea. Ia bahkan bisa mendengarkan pikiran seseorang. Selain itu, Grace dapat menyembuhkan seseorang dan menyerap penyakitnya. Namun hal itu berakibat fatal pada dirinya. Grace akan berada diambang kehidupan dan kematian. Kemampuan Grace yang special membuat dirinya di kejar oleh beberapa pihak yang menginginkannya. Seorang pihak yang memiliki kekuatan serta kekuasaan menginginkan kemampuan Shea untuk menyembuhkan anaknya, Elizabeth dari penyakit kanker yang menggerogoti tubuh Liz. Karena itu Titan, organisasi yang hampir sama dengan KGI dikirimkan untuk mencari Grace. Sekalipun Titan menyerupai KGI, namun jangan harap bahwa mereka memiliki belas kasih terhadap anak-anak dan wanita. Apapun akan mereka lakukan demi mencapai kesuksesan dalam misi. Tidak ada pilihan missi gagal adalah motto Titan.

Rio, ketua Tim dari KGI alias bawahan dari Sam Kelly, menawarkan diri serta timnya untuk menyelamatkan Grace. Rio yang memiliki masa lalu kelam, merasa bahwa dirinya harus menyelamatkan Grace apapun yang terjadi. Terlebih ketika mendengar bahwa Titan dikirim untuk memburu Grace. Rio tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, karena ia sendiri tahu betapa mengerikannya organisasi Titan itu. Ia sendiri adalah mantan anggota Titan.

Grace yang seumur hidupnya tidak pernah percaya pada orang lain, merasa terpikat pada Rio. Pada awalnya ia merasa curiga pada Rio yang berusaha menyelamatkannya. Tapi begitu Rio menyebutkan Shea dan berjanji akan mempertemukan Grace dengan adiknya itu, akhirnya tidak ada pilihan selain mempercayai hidupnya pada pria yang terlihat santai namun sebenarnya sangat tertutup itu. Benih-benih cinta tumbuh diantara mereka, terlebih sebuah hubungan aneh mengikat mereka. Seperti Nathan dan Shea. Grace mampu berkomunikasi dengan Rio melalui kemampuan Telepatinya.

Kalau ditanya, mana yang paling saya sukai antara cerita Grace dan Shea. Saya akan menjawab Grace, sekalipun sebenarnya romancenya lebih dapat pada Shea. Grace dibuat menjadi karakter yang lebih tertutup dan mandiri dibandingkan Shea, sang adik. Ia tidak dengan mudah atau begitu saja mempercayai Rio yang berusaha menyelamatkan dirinya. Di sini juga Grace sempat mendapat masalah dengan kemampuannya. Telepatinya yang terputus dengan Shea, bukan tanpa alasan. Grace sempat terombang ambing dalam keputus asaan dan kesepian karena tidak dapat menghubungi adiknya.

Peran Kelly atau keluarga Kelly disini tidak terlalu banyak, namun tidak membuat cerita ini membosankan. Bisa dibilang saya malah kipas-kipas terus ketika membaca ini. Shock karena ternyata novelnya lebih vulgar daripada yang versi Indonesia (3 KGI seri pertama). Maya Banks sukses membuat saya terpukau akan kedetailan cerita yang dia buat. Bagaimanapun, novel ini bergenre action yang berarti banyak adegan berkelahi otot dengan otot. Dengan kemampuan bahasa inggris saya yang minim, saya masih bisa mengikuti ceritanya dengan baik dan menangkap setiap kalimatnya.

Kekurangan di novel ini adalah ketika nantinya Grace tertangkap. Kesal karena yang dari awal KGI digambarkan sebagai organisasi yang hebat dan jarang gagal dalam misi, mampu ditundukkan begitu saja. Membuat saya jadi bergumam-gumam, “begitu saja?” “serius??” yaah, itu kata-kata sopannya. Namun membaca seri ini membuat saya tidak ingin berhenti membaca. Entah karena sifat saya yang super penasaran atau karena memang Maya Banks sukses membuat setiap kalimatnya mengundang rasa ingin tahu. Jika ingin tahu bagaimana endingnya dan jalan cerita serincinya silahkan baca sendiri didampingi kamus english indonesia yaa.. *LOL*

Story : 4/5
Romance : 4/5
Conflict : 3/5

Over All : 3.75/5

Selasa, 19 April 2016

[REVIEW] RE;READ : Piano di Kotak Kaca by Agnes Jessica

Edit Posted by with No comments

PIANO DI KOTAK KACA - AGNES JESSICA
Paperback376 pages
Published by PT Gramedia Pustaka Utama

[Sinopsis]
Wajah Sheila berubah murung. “Bapak mau bilang karena saya anak pembunuh, kan? Saya punya sifat kejam dalam diri saya, makanya berkali-kali saya mendapat masalah.”
“Kamu memiliki banyak sifat istimewa. Kamu perhatian pada orang lain, kamu ingin sekali terlibat secara emosional dengan manusia lain. Singkatnya, kamu sensitif dan peduli terhadap orang lain. Tapi orang-orang dengan sifat seperti ini punya kelemahan.”
“Apa kelemahannya?”
“Jika orang lain kurang peduli terhadapnya, ia akan membenci orang itu.”

Sebuah miniatur piano menjadi kenangan terakhir Sheila akan ibunya. Ibunya meninggal karena dibunuh ayahnya sendiri dan sang ayah dipenjara. Tinggal Sheila sebatang kara, tanpa kasih sayang orangtua di usianya yang masih belia.
Uluran tangan dari saudara angkat ayahnya ternyata membawa kepahitan lain. Sheila dijadikan pembantu di tempat tinggalnya yang baru dan berulang kali dianiaya secara mental. Sikap keras gadis itu sering kali dikaitkan dengan latar belakangnya yang berayah pembunuh. Sheila merasa takut akan emosinya yang mudah sekali meledak sehingga melukai orang-orang yang melukai harga dirinya.
Satu-satunya orang yang mengulurkan tangan tulus padanya hanyalah Bram, pria timpang yang memendam banyak kepahitan akibat kondisi fisiknya. Bisakah ikatan yang terjalin di antara mereka mengembalikan jiwa Sheila yang terluka dan merindukan ibunya?



[Review]
Actually this writer is one of my fave author. I has known her since I still in High School. Karya pertama yang saya baca adalah Jejak Kupu-Kupu yang memang sampai saat ini masih meninggalkan jejak di hati saya #cihuyy. 
Piano di Kotak Kaca sebenarnya sudah sangat lama saya baca. Masih ketika saya berseragam abu-abu. Karangan Agnes Jessica ini selalu mengambil sisi kekelaman hidup seseorang. Yang membuat saya ketika membacanya selalu bertanya, masihkah ada orang yang seperti ini di jaman yang modern? Entah.

Buku ini menceritakan mengenai sosok perempuan bernama Sheila yang tumbuh di dalam kekacauan rumah tangga. Ayahnya yang kerap kali bertengkar dengan sang ibu dan tidak jarang ia melayangkan tangan pada ibunya Sheila, bahkan hal tersebut telah menjadi rahasia umum di lingkungan rumahnya. Ketua RT'pun sampai mendatangi rumah Sheila untuk menegur pasangan suami-istri tersebut. Puncaknya adalah ketika Ayah Sheila tertuduh melakukan pembunuhan terhadap istrinya sendiri hingga di tangkap oleh kepolisian. Tinggalah Sheila sendiri di rumahnya. Sampai di sini sejujurnya saya kurang menyukai penjabaran yang dilakukan Agnes Jessica. Seakan ia melakukannya terburu-buru hingga melupakan detail lainnya. Sheila yang diceritakan masih kecil jarang sekali di ceritakan apakah ia bersekolah, bagaimanakah ia disekolah dan sebagainya. Memang ada beberapa paragraf yang menceritakan Sheila bersekolah, hanya saya merasa bahwa di sini sudut pandang dari Sheila sendiri tidak ada. Bagaimanakah perasaannya? Seakan hanya terfokus kepada pertengkaran ayah dan ibunya. Lalu adegan ketika kepolisian datang. Sebenarnya ketika menangkap tersangka, kita tak bisa menangkap pelaku jika tidak ada bukti khusus. Disana tidak dijelaskan bagaimana ayahnya bisa tertuduh dan bukti-bukti pendukungnya. Hal itu membuat saya merasa.. dalam bahasa jawa sebutannya "wagu". Semacam menonton sinetron Indonesia saja.

Singkat cerita, Sheila yang pada awalnya ditinggal oleh ayahnya akhirnya diambil dan dirawat oleh paman angkat atau adik angkat dari ayahnya. Hariyanto. Hariyanto ini digambarkan sebagai sosok yang baik hati dan memperhatikan kebutuhan Sheila. Namun tidak begitu dengan istrinya dan kedua anaknya. Sheila semacam Cinderella begitu. Bedanya Hariyanto tidak meninggal melainkan Sheila diusir atau lebih tepatnya diasramakan di sekolah khusus tempat anak-anak nakal bersekolah. Itu gegara ia tidak sengaja memukul kepala salah satu anak Hariyanto dengan kaca. Penyebabnya? Ada hubungannya dengan Piano Dalam Kotak kaca yang ditinggalkan oleh ibunya sebagai kenangan terakhir. Disini saya masih belum mendapatkan feel yang benar-benar pas. Rasanya flat saja karena lagi-lagi Agnes terlalu terfokus kepada penganiayaan yang diterima oleh Sheila.

Romansa muncul ketika Sheila yang bersekolah di asrama bertemu Bram. Bram adalah mantan aktor yang mengalami kecelakaan sehingga membuat kakinya pincang dan mukanya berparut. Bram seorang yang tertutup dan beralih profesi sebagai novelis misteri. Hanya perbedaan Bram dengan Sheila ini sekitar dua puluh tahunan. Saya sudah tidak terlalu terkejut membaca perbedaan umur mereka yang jauh. Kebanyakan novel Agnes begitu kali yaa. Di sini feel'nya mulai dapat dan terasa hanya entah mengapa kurang greget menurut saya. Bagaimana bisa Bram jatuh cinta pada Sheila meskipun mereka sangat jarang bertukar cerita?

Klimaksnya adalah ketika Sheila dan Bram yang terpisah karena sesuatu hal yang tidak memungkinkan mereka bersama. Hingga lima tahun kemudian Sheila dan Bram bertemu kembali dengan kondisi yang tak sama lagi. Sampai di sini saya menyukai ceritanya yang mengalir begitu saja. Meski banyak kekurangan detil di sana sini, saya tetap menikmatinya. Saya menyukai karakter Sheila yang slalu berterus terang dan gigih. Ia tidak menyerah kepada hidup. Sebuah nilai moral yang diajarkan dalam cerita ini. Mungkin yang kurang saya suka adalah sifat pedendam Sheila dan gelap matanya barang kali. Maklum, saya sendiri adalah tipe orang yang paling sabar dan selalu berpikiran logis, kecuali kalau bertengkar dengan pacar #eh. 

 Untuk tokoh Bram sendiri saya menyukainya. Ia karakter yang misterius namun lembut di dalam. Yang mungkin saya kurang suka adalah sifat pengecut Bram terhadap Sheila. Yah, no body's perfect bukan? Dan tidak ada novel yang perfect. Pasti ada kekurangannya. But i think, if you like the story about life and romance you should read this book. Saya merekomendasikan buku ini. Sedikit berat dengan alur cerita yang berbelit namun sangat pantas untuk dikoleksi. Selain itu di akhir cerita banyak kejutan yang di buat Agnes Jessica untuk para pembaca.

Story : 3/5
Romance : 3/5
Character : 4/5
Conflict : 4/5

Recommended? Yes !

Selasa, 08 Maret 2016

[REVIEW] Pengantin Pengganti by Astrid Zeng

Edit Posted by with No comments
PENGANTIN PENGGANTI by Astrid Zeng
616170005
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Editor : Irna Permanasari
Desain Sampul : Marcel A.W
Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2016
ISBN : 978-602-03-2583-5
264 halaman; 20cm

Ini buku pertama yang saya baca memasuki bulan maret ini.Hip Hip Hoyeee. Seneng bingits kenapa? Karena buku ini saya bisa memilikinya tanpa harus keluar duit >_< Maacih buat My biggest sister :* Dan kalau saya bilang saya gak nyesel-nyesel amet beli ini buku.
Ngeliat resensi di belakang novel sepertinya menarik membuat saya tertarik membacanya. Apalagi karya Astrid Zeng memang cukup terkenal. Saya sudah baca beberapa novel Astrid ini.

Cerita Pengantin Pengganti ini klise banget. Sesuai dengan judulnya. Beatrice atau Beth yang memang tumbuh dari keluarga pengusaha kaya raya terkenal namun sangat kolot itu ingin melepaskan diri dari sikap overprotective kedua orang tuanya. Dan untuk itu Beth terpaksa menerima pinangan Nico Ojong, seorang dokter dari keluarga seprofesi dan apalagi kalau tidak terkenal serta berpengaruh? 
Dalam pinangan Nico ini ada tapi yang sangat besar, jadi tulisannya TAPI dengan syarat pernikahan mereka hanyalah untuk sementara alias pernikahan kontrak. usulan ini sendiri berasal dari Nico yang memang sedang mencari pengantin pengganti atas kepergian tunangannya, Benita (entah mengapa semua tokoh disini berawa dengan nama B, sebelas dua belas dengan nama saya :v) Nico yakin banget bahwa Benita ini akan kembali sehingga ia menawarkan perjanjian pranikah kepada Beth.
Beth awalnya menolak. Gila aja kan ya, nikah setahun doang terus cerai kan statusnya udah beda. Hanya karena ingin lepas dari kungkungan orangtuanya akhirnya Beth terpaksa menandatangani perjanjian pranikah itu. Dan dari situlah cerita bermula.

Beth tidak mempersiapkan bahwa dokter sekaku Nico bisa meluluhkan hatinya dengan cepat. Membaca buku ini membuat saya seperti naik roller coaster yang bergerak dengan cepat dan tidak ada waktu untuk menarik nafas. Saya berpikir bahwa mereka akan cukup lama tarik ulur, namun Astrid Zeng membuatnya berbeda dengan tarikan yang begitu cepat. 
Cinta mereka tumbuh ketika setelah pernikahan dan harus honeymoon mendadak. Disana tanpa sengaja terjadi hal yang berada di luar perjanjian. Apalagi kalau bukan urusan ranjang? Tapi yang saya suka adalah bahwa Astrid Zeng menyajikannya dengan rapih dan tidak terlalu vulgar sehingga saya dapat membaca setiap detilnya tanpa harus merasa kepanasan.

Dari situ Beth dan Nico tarik ulur akan perasaan mereka meski mereka menunjukkan perasaan cinta masing-masing melalui tindakan. 
Kekurangan dari buku ini adalah meskipun penulisan menggunakan orang ketiga, namun fokus adalah terhadap Beth. Saya yang seorang detilwoman, perfeksionis sedikit gusar karena ada beberapa yang mengganjal. Misalnya perasaan Beth yang dijabarkan kurang rinci. Dan yang membuat paling greget adalah tidak adanya sudut pandang dari Nico sehingga pembaca seperti saya hanya bisa membayangkan bagaimana perasaan Nico yang sebenarnya karena di buku ini karakter Nico memang tertutup. Memang di akhir bab akan dijelaskan oleh Nico sendiri namun lagi-lagi rasa kurang puas itu sungguh mengganggu saya karena penjelasan Nico sungguh kurang dalam menggambarkan perasaannya yang paling dalam. Rsaa cinta Nico yang besar terhadap Beth pun tidak terlalu dijelaskan secar rinci. Ini yang cukup membuat saya gusar. Dan sedikit kecewa karena tidak ada epilog antara Beth dan Nico (sedyiih) But overall i love this book and i will not sale this one.
Memang kekurangan dalam buku Astrid Zeng adalah detilnya dan hanya selalu fokus terhadap satu orang. But all wwriter have their unique color, right?

So, if you ask me buy it or not
YESSS !!! You have to BUY this BOOK :*

Jumat, 31 Juli 2015

[REVIEW] UGLY LOVE by COLLEEN HOOVER

Edit Posted by with No comments
I think it might be easier if
we fell the way to the bottom of the sea
I bet it might be easier
to flee run for the hills
where you can't follow me
But I don't want just run away
not when your love is right in front of me
this ugly love it won't go away
straight to my heart like I put you in my veins
I've been waiting for you to come and pull me back down
 all the weight of the truth is taking me to the ground
I say, love ain't always pretty
sometimes it's ugly, ugly
you say, love ain't always pretty
sometimes it's ugly, ugly.
 I keep coming back begging you
for more watch my knees
 as they fall to the floor.
watch you to push
you always take the shove
 you don't need this broken kind of love
 I set the rules are you gonna stay
this is a game you might not want to play
Passing through hell on my way back home
I feel the loneliness seep into my bones.
 I've been waiting for you to come and pull me back down
all the weight of the truth is taking me to the ground.
I say, love ain't always pretty
 sometimes it's ugly, ugly
You say, love ain't always pretty
sometimes it's ugly, ugly.
I've been waiting for you to come and pull me back down
all the weight of the truth is taking me to the ground.
I say, love ain't always pretty
sometimes it's ugly, ugly
You say, love ain't always pretty
sometimes it's ugly, it's ugly.

(Ugly Love – Griffin Peterson)


Fufufu.. sooo..sooo.. sowwiieee.. I think this’s the reaaallyyyy late update review from me. Yaah, saking kebanyakan urusan hidup yang engga pernah kelar saya sampai lupa kalau saya punya blog yang harus saya urusi. Inilah salah satu kejelekan saya. Suka lupa kalau punya sesuatu. Begitu buka e-mail, eh dapet surat cinta dari kakak Bebi. Malu beneerrr deeh, sampai kudu diingetin *tepokjidat*.

Untuk review mah saya kagak sempat. Tapi untuk baca buku saya kudu semptin, kalau kagak bisa jadi gila saya. Ibaratnya, buku itu adalah pertahanan saya untuk tetap berada dijalan yang benar. Berhubung saya lagi malas baca buku bahasa indonesia *sombong kali saya* jadi ngubek-ngubek si embah nyari review buku english bagus. Finnaly, dapatlah rekomendasi buku ini. Sebenernya engga mood, tapi tertarik karena buku ini bakal difilm’kan dan yang main Nick Batemeen (Abaaaang, peluuuk sayaaaah dooonggg. Tak kuaat sayaaa melihaat andaaa menjadi Mileeesss) saya tercintaaa.

Dan akhirnya sayaaaa berhasil membaca buku ini dalam waktu seminggu. (Rekor saya biasanya hanya dua hari, hanya gegara kerjaan jadi terhambat dan harus membatasi diri)

Seperti ketika saya membaca Hopeless dan Losing Hope, ada kesan “dark”nya. Kali ini yang memiliki masa lalu kelam adalah heronya, yaitu Miles. *Mohon maaf saya lupa nama belakang Miles itu siapa, untung kagak lupa siapa nama saya sendiri*.

Tapi yang saya kurang suka adalah nama tokoh heroinenya “Tate” yang entah mengapa mengingatkan saya pada ayam kate.

Tolong lupakan apa yang saya tulis sebelumnya. Fokus saya seringkali berubah haluan terlebih kalau abang Nick Batemen lewat.

Meskipun nama Tate seperti ayam kate bagi saya, tapi saya sangat menyukai karakter tokoh sang perempuan yang syupppeeer sabaar.
Kenapa saya bilang syupper sabaaar? Karena dia jatuh cinta pada lelaki berengsek seperti Miles yang pengen saya tonjok (tapi karena yang main abang Nick, saya cium aja ya, baaang *kedipunyuu*)

Yang saya kesel adalah, Miles memanfaatkan Kate eh Tate ini hanya untuk memuaskan hasratnya. Kalau saya jadi Tate, selama itu abang Nick, saya tidak akan munafik dengan bilang tidak mau. (Abaikan kalimat ini). Baca Ugly Love karya Colleen Hoover membuat saya rasanya ingin membanting tab yang saya pegang (Ga kuat beli hardnya, jadi beli yang soft aja. Hiks..) Miles inilah yang kesannya mempermainkan Tate. Dia minta Tate menjauhi laki-laki lain, dan menjadi partner “tidur”nya. Tapi pikiran dan hatinya milik gadis lain.

Saya tipe orang yang baper, jadi setiap lima menit saya harus melakukan “tarik nafas-hembuskan”. Setidaknya, buku Ugly Love ini jauuuh lebih bagus dari karya Colleen yang sebelumnya. Saya menyukai semua karakter yang ada di dalamnya. Termaksud Corbin, sang kakak yang bikin saya iri karena saya tidak memiliki saudara lelaki.

Untuk para pecinta genre young adult and dark romance. Saya rasa Ugly love ini adalah pilihan yang tepat.

Oh, oh, oh. Lirik lagu diatas saya temukan ketika saya sedang menjelajah youtube. Awalnya saya berpikir itu perasaan dari Tate, namun jika diperhatikan, ternyata itu perasaan dari Miles sendiri. Meski karakter Miles menyebalkan, tapi saya tetap ikut jatuh cinta pada karakternya. He’s a jerk but still he’s a man. Silahkan baca dan anda akan mengerti maksud sayaa.. lalalala...

Recommended ? YES !!! I give this 4 staar...


Minggu, 25 Januari 2015

[Review] The Look of Love by Bella Andre (The Sullivans #1)

Edit Posted by with No comments

The Look of Love
by Bella Andre
Dastan Books
Rp 55.000

Synopsis
Chloe Peterson sudah mengalami malam yang sangat buruk dan mengerikan. Memar besar di pipinya bisa membuktikan hal itu. Belum lagi mobil yang dikendarainya terperosok ke dalam parit. Dalam keadaan basah kuyup kehujanan, Chloe tetap bertekad untuk melarikan diri dari apa yang menerornya.

Sementara itu, Chase Sullivan, seorang fotografer sukses yang sering kali berkeliling dunia dan dikelilingi banyak model cantik, merasa hidupnya sudah memuaskan sampai ia bertemu dengan Chloe. Berdiri dalam keadaan basah kuyup di pinggir jalan, Chase belum pernah menemui wanita seindah Chloe, tapi ia juga menyadari kalau Chloe memiliki masalah besar. Di lain pihak, Chloe yang sudah bersumpah tidak akan percaya pada pria lagi dan sudah menutup pintu hatinya rapat-rapat, merasakan tekadnya mulai goyah sejak bertemu dengan Chase. Setiap tatapan, perlakuan, dan ucapan yang Chase tujukan padanya begitu manis sehingga membuat hati Chloe menghangat. Chase sendiri setelah melihat kepribadian Chloe yang tegar sekaligus rapuh, tergugah insting protektifnya untuk melindungi Chloe.

Apakah sebenarnya yang telah terjadi pada Chloe? Bagaimanakah upaya Chase meluluhkan hati Chloe yang sudah membeku? Dan apakah akhirnya Chloe mampu melupakan trauma masa lalunya dan memulai lembaran baru?

Review
Happy Sunday bloogggers ! Baru mood review ini gegara ingat kalau saya sebenarnya punya target buat ngereview buku-buku yang saya baca. Dan parahnya saya baru baca hmm.. 3 buku di bulan pertama ini. Jangan tanya kenapa. Karena memang saya tipe orang moody -_-

Nah, untuk buku Bella Andre ini saya tertarik baca ketika membaca sinopsis yang dijabarkan oleh penerbit Dastan. Dan... sumpeeh sampe tumpeh tumpeh kalau ini buku bikin saya menggigil disko. Bella Andre ternyata di cap sebagai penulis erotica yang ih nyawww banget deh. 

Buku ini dibuka oleh sudut pandang dari Chase Sullivan, sang karakter utama pria. Cukup kaget karena ternyata ini merupakan novel seri sama seperti novel dastan lainnya. Chase Sullivan ternyata memiliki banyak saudara yang membuat saya mengingat seri Bridgeton Family dari Julia Quinn. Dengan latar belakang yang sama, yaitu keluarga terpandang, seorang ibu yang kehilangan suaminya, dan saudara yang bisa dikatakan "banyak".

Saya cukup menyukai bagaimana Bella Andre menjabarkan karyanya ini. Cukup rinci dan dapat dibayangkan untuk saya. Baru beberapa awal halaman pertama saya membaca saya sudah cukup panas dingin ketika Chase bertemu Chloe yang sedang berdiri dipinggir jalan dengan sebuah alasan. Bukan karena dia pengemis lho yaa.. Tetapi karena Chloe yang memang merusakkan mobilnya dan terpaksa harus berjalan kaki demi menghindari "seseorang". Nah pemikiran dari Chase inilah yang membuat saya panas dingin.
Kemudian baru saja berkenalan, Chloe yang awalnya malu-malu kucing malah membayangan Chase sebagai objek fantasi *uhuk uhuk uhuk*. 

Cukup kecewa sebenarnya karena ketika membaca saya mengekspektasikan tinggi untuk konflik yang akan dialami oleh Chloe kemudian seperti biasa yang akan di selamatkan oleh Chase. Tapi.. konflik bahkan klimaks yang saya nantikan tidak sesuai harapan. Yang membuat novel ini menjadi hambar untuk saya.
Bayangkan saja, Chloe dijabarkan bahwa ia memiliki masa lalu kelam terhadap pria. Dan pemikiran saya bahwa ia sudah pernah disiksa atau hal yang lebih parahlah. 

Ditambah agak aneh ketika lelaki dari masa lalu Chloe datang yang menjadi scene klimaks permasalahan. Seakan-akan saya menonton film yang saya pikir membutuhkan dua setengah jam ternyata hanya satu setengah jam. Reaksi saya adalah "APAA ?! HANYA SEGITU SAJAA??" rasa kurang puas lebih mendominasi.

Untuk urusan recomended saya tidak bisa berkata seperti itu, karena buku ini menurut saya sangat biasa. dan saya memberikan pasangan ini hanya beberapa bintang biasa

3'star for This Book